secara sengaja bertemu. Aku tidak mengenalmu dengan segala sejarahmu,
tentu saja kaupun tidak tahu menahu tentangku.
Namun tatapan itu begitu menusuk sampai menembus tempat di mana jiwa
manusia berhuni. Sinar matamu seperti ujung pedang yang dengan tenaga
sehempas saja sanggup melukai lubuk hati. Mungkin juga kilat mataku.
Jangan salah sangka ! Kau tidak menjadi seorang pemenang dengan masa
lalunya, dan akupun tidak menjadi pecundang dengan segala masa
depannya. Karena kita masing-masing … hanya memiliki setengah saja dari
porsi waktu hidupnya.
Wednesday, April 25, 2007
Cemburu
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment