Dalam sebuah surga dunia sempit nan nyaman
waktu menjadi berlalu dengan sangat memaya dan tak beruang
Lepas dari konstelasi aliran waktu …
Memutar kuldesak
Kemampatan yang di dalamnya kutemui segala keindahan,
Dirimu …
Kebersamaan yang mengalir hangat
Sentuhan yang sanggup berbicara mengartikan sejuta kata
Aliran nafas yang menyadarkan akan kehidupan
Warna segala emosi yang kemudian muncul bertautan
Perdialogan tentang banyak pemikiran
Cinta dengan segala hasrat
Rumah ruang yang hanya berisi kita
Dan hanya menjadi diri kita
Tak ada peran, tak ada tugas
Yang ada hanya alunan keheningan
Yang kemudian menyatu dengan irama denyut nadi
Aroma wangi frangipani menghanyutkan
Dansa kecil ikuti arah hati melangkah
Tontonan pertunjukan adegan kehidupan
Sebuah piknik keluarga dalam ruang mampat
Karena hanya ruang itu yang kita punya
Saturday, April 28, 2007
Ruang Mampat
Wednesday, April 25, 2007
The "SMS"
23 mei 2003,
23:19:59
Kekasih Hati, thanks for the SMS
Seperti Pagi Ini
Hujan selalu menjadi waktu yang tepat
Untuk melambungkan lamunan dan angan-angan
Seperti pagi ini …
Tubuhku demikian pula pikiranku
Tak mau beranjak
Ketika satu persatu lagu yang diputarkan di radio
Seolah ingin membawaku menyusuri masa lalu
Kubiarkan perlahan adegan-adegan hidupku bergulir
Seiring dengan lirik lagu yang terputar
Kubiarkan perlahan ingatanku menjelas
Kubiarkan perlahan segala rasa yang pernah kukecap
Kubiarkan perlahan semua wajah
Kubiarkan perlahan semua harapan yang pernah ada
Dan yang mungkin masih ada
Bersama dengan berjuta pertanyaan yang ada di kepala
Kubiarkan mengalir perlahan
Ketika kita sampai kepada suatu titik di dalam hidup
Suatu titik di mana kita mengerti apa yang Tuhan rencanakan
Suatu titik di mana Dia ingin kita mengerti apa yang Dia lukiskan untuk hidup
Suatu titik di mana Dia berdialog
Walau kita terkadang tak menangkap apa yang ingin dibicarakanNya
Karena kita terkadang terlalu berusaha keras untuk mengartikan bahasaNya
Padahal Dia berbicara dengan cara yang sederhana
Langsung ke dalam hati
Seperti pagi ini …
Kunikmati perasaan yang mengikuti lagu-lagu yang mengalir bersamaan
Dengan air hujan yang jatuh ke tanah
Mendinginkan seketika perasaan yang bergemuruh oleh masa lalu
Membekukan kemudian penyesalan dan kegelisahan
Yang ada hanya sebuah senyuman
Jawaban akan menghampiri satu per satu
Jangan pernah tanyakan kapan datangnya
Seperti pagi ini …
Seolah hujan yang jatuh sepanjang pagi ini
Diturunkan untukku membersihkan diri, hati dan pikiran
tentang masa yang pernah berlalu
Karena aku akan menikah
Dengan perasaan bersih
Seperti pagi ini …
Cemburu
secara sengaja bertemu. Aku tidak mengenalmu dengan segala sejarahmu,
tentu saja kaupun tidak tahu menahu tentangku.
Namun tatapan itu begitu menusuk sampai menembus tempat di mana jiwa
manusia berhuni. Sinar matamu seperti ujung pedang yang dengan tenaga
sehempas saja sanggup melukai lubuk hati. Mungkin juga kilat mataku.
Jangan salah sangka ! Kau tidak menjadi seorang pemenang dengan masa
lalunya, dan akupun tidak menjadi pecundang dengan segala masa
depannya. Karena kita masing-masing … hanya memiliki setengah saja dari
porsi waktu hidupnya.
Mari Kita Menikah
Koran Pagi
Bukan untuk mengetuk
aku datang untuk menyelipkan koran pagimu
dari celah pintu kayu coklat dengan hiasan jalinan kerang yang menjadi tirai kamar mu.
Kasih … aku datang tanpa asa.
Aku datang dengan hampa.
Aku bersama para maniak tanpa binar kota jakarta adalah sama.
Sama seperti puluhan kolom kriminal,
dimana pembunuhan dan insest adalah nyata,
dimana sex dan fitnah adalah nafsu.
Aku datang lagi
setiap hari
setiap pagi
Bukan untuk mengetuk
aku datang untuk menyelipkan koran pagimu
dari celah pintu kayumu yang selalu tertutup
dari lelaki
horny
juga janji-janji sampai mati
apa lagi sekedar menghabiskan malam
menunggu pagi.
Aku mungkin hanya akan berisi itu ke itu melulu
sampai kamu jemu
jangan kan bertemu
berlalu pun masih sebatas ragu.
Aku, koran pagi mu
yang dapat membuatmu berbinar sekaligus gusar
biru sekaligus ragu
asa bersama hampa
hitam menarik putih.
Halaman pertama berkata, kita masih terus menunggu lahirnya satria.
Masih dihalaman pertama disudut kanan bawah bertengger lelucon hangat permainan syahwat.
Ku cinta kau bukan hanya kata,
ku cinta kau bukan hanya makna,
Ku cinta kau karena ku cinta kau.
Dan kalaulah harus ada sebab di dalamnya,
sebagai alasan pembenaran, peretas keraguan,
maka dengan lantang kukatakan,
KU CINTA KAU MULAI DARI PUSAR DAN SATU JENGKAL DIATAS DAN DIBAWAHNYA.
Cintaku karena jantung dan hatimu,
juga buah dada dan kemaluanmu.
Yopie, 26 November 2003
Kutemukan Mimpi dan Khayalan
Katakan langsung ke mukaku dengan lantang
kalau aku seorang penghayal...
Melihat kamu berjalan di depan ku,
pagi hari, sewaktu berangkat sekolah, adalah mimpi
Memandangi mu dari jauh,
berbicara, tersenyum, tertawa, bersikap, adalah khayalan....
Kontak mata dengan mu, waktu pun berhenti
Sentuh tangan mu, nafasku berhenti
Peluk diriku, jantungku berteriak
Cium bibirku, otaku tak berfungsi
Satu nafas, satu denyut nadi, jiwa ku tinggalkan tubuh ku.......
Mungkin banyak yang telah jatuh cinta dengan mu
Mungkin kau pun telah banyak menjatuhkan cinta mu
Mungkin kau pun telah banyak jatuh untuk cinta
Tapi tidak kah kau sadar
Khayalan akan gadis yang berjalan di depan ku dengan dunianya sendiri
Mimpi untuk dapat berjalan berdampingan dengannya
Bisa membuat ku kembali bangun dari keterpurukan cinta.......
Dan sekarang bisa kamu bayangkan
apa yang aku rasakan saat kamu memeluk ku
Saat ku menangis
Saat ku merasa sangat kecil dan jauh
Kutemukan seorang Dewi.
Dan bayangkan apa yang aku rasakan
saat aku bertanya pada mu tentang arti cinta
Bertanya tentang energi yang begitu besar
Bertanya tentang sesuatu yang mengantarkan ku ke awan
Bertanya tentang penjelajahan ku terhadap rasa
Kutemukan Supernova.
Dan bayangkan apa yang aku rasakan
saat aku menemukan Kekasih Hati.....
Seorang Dewi...
Supernova....
Hadir di sebelahku......
Kutemukan seorang Wanita.
Yopie, 2004






